Selasa, 10 Januari 2017

TEKNOLOGI DAN PROSES PEMBUATAN GERABAH OLEH MASYARAKAT BANJAR BASANGTAMIANG



TEKNOLOGI DAN PROSES PEMBUATAN GERABAH OLEH MASYARAKAT BANJAR BASANGTAMIANG

(Kajian Etnografi Pembuatan Gerabah di Banjar Basangtamiang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali)

 Mochamad Irfan 
1401405035
  
Pendahuluan
Perkembangan pembuatan gerabah di Bali hingga saat ini sudah banyak kita jumpai di berbagai daerah, misalnya seperti di daerah Tabanan, Gianyar,  Klungkung, Badung dan lain sebagainya. Salah satunya adalah daerah penghasil gerabah di Bali adalah desa Kapal. Kapal adalah desa di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Lokasi desa Kapal sekitar 15 km dari Kota Denpasar. Luasnya adalah 5,2 km². Pada jalur utama lintasan Desa Kapal di setiap depan pekarangan rumah terdapat toko atau warung yang menjual berbagai produk kerajinan yang terbuat dari tanah liat (gerabah). Produk gerabah yang dipasarkan di desa Kapal ini dapat dilihat dari fungsinya selain sebagai sarana upacara agama dapat juga sebagai sarana keperluan sehari-hari. Perdagangan produk gerabah di desa Kapal ini ditunjang oleh adanya pembuatan kerajinan gerabah di desa tersebut yang berlokasi di Banjar Basangtamiang.
Penulis tertarik untuk meneliti dan mengkaji terkait teknologi dan proses pembuatan gerabah yang berada di desa Kapal tepatnya di Banjar Adat Basangtamiang dengan menggunakan studi etnografi. Maka dari itu, penulis tertarik dikarenakan pembuatan gerabah tersebut masih menggunakan teknologi yang masih tergolong sangat sederhana (tradisional) serta gerabahnya mempunyai ciri khasnya tersendiri dan perajinnya pun lebih didominasi oleh kaum perempuan.
Pembahasan
Pengertian gerabah sendiri merupakan keramik yang terbuat dari bahan tanah liat dengan suhu pembakaran yang tergolong rendah, yang bersifat menyerap, keras, rapuh, berpori dan mudah pecah yang dibakar pada suhu 800 hingga 1000 derajat celcius. Kerajinan gerabah atau keramik tradisional yang dibuat oleh warga banjar Basangtamiang menggunakan bahan dasar tanah liat (lempung) yang dicampur dengan campuran batu padas (di bali disebut batu paras). Tanah liat yang digunakan oleh para perajin desa Adat Banjar Basangtamiang adalah tanah liat yang di datangkan dari luar desa mereka. Pembuatan gerabah ini bagi masyarakat desa Adat Banjar Basangtamiang adalah untuk menopang keadaan ekonomi keluarga dan untuk memenuhi kebutuhan upacara adat, karena itu pembuatan gerabah dikerjakan secara gotong royong bersama dengan anggota keluarga. Kekhasan pembuatan gerabah di tempat ini dibandingkan dengan gerabah luar adalah tampilannya netral, tanpa finishing, lebih tebal, berwarna merah bata dan tidak berglasir permukaannya sehingga berwarna merah atau hitam sesuai dengan warna asli tanah liat yang terkena pembakaran. Beberapa hasil pembuatan gerabah di desa ini baik berupa sarana upacara maupun keperluan sehari-hari sebagai berikut seperti kendi, periuk, caratan, sesenden, jempere, coblong, celengan, kap lampu, pot bunga, asbak dan lain sebagainya. Pembuatan gerabah telah menjadi tradisi di banjar tersebut yang diwarisi secara turun temurun. Adanya kerajinan gerabah di tempat ini terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat dan pembuatan gerabah ini tidak pernah berhenti hingga sekarang. Selain itu pembuatan gerabah di Banjar Basangtamiang ini lebih didominasi oleh kaum perempuan. Uniknya pembuatan gerabah ini hanya boleh dilakukan di desa Banjar Adat Basangtamiang saja.
I.     Teknologi Pembuatan Gerabah 
Kegiatan pembuatan gerabah ini merupakan aktivitas sebagian besar penduduk wanita banjar Basangtamiang tersebut yang diwarisi oleh nenek moyang mereka terdahulu secara turun temurun. Teknologi dalam pembuatan gerabah di tempat ini masih sangat sederhana atau tradisional seperti alat yang digunakan masih dengan cara yang manual tanpa tenaga mesin (listrik), alat tersebut bernama (pemubutan). Teknologi alat putar yang dipakai untuk membuat gerabah tersebut dibuat atau dirakit sendiri oleh masyarakat Banjar Basangtamiang yang mengandalkan sumber daya yang ada di lingkungan mereka. Alat putarnya terbuat dari kayu (talenan) yang berbentuk bulat atau melingkar yang tersusun dari 2 lapisan kayu. Kemudian terdapat kayu dibawahnya dan 2 laher sebagai pemutar agar alat dapat berputar dengan baik. Selain itu terdapat juga tali yang mengait alat putar tersebut dan ditalinya terdapat bongkahan kayu untuk menopang atau sebagai pijakan kaki untuk mendorong agar alat putarnya dapat berputar.


II.     Proses Pembuatan
Teknik pembentukan gerabah di Banjar Basangtamiang ini yang diterapkan oleh perajin atau si pembuatnya adalah menggunakan teknik putar (kick wheel) dengan alat putar yang masih tradisional dengan masih mengandalkan tenaga gerak kaki. Berikut salah satu proses pembuatan gerabah adalah sebagai berikut. Pertama-tama perajin telah menyiapkan alat dan bahan seperti tanah liat yang dicampur dengan batu padas (di bali disebut batu paras), air, benang. Alat putar, dan kayu panjang untuk meletakkan hasil gerabah yang siap untuk dijemur. Selanjutnya, tanah liat diambil secukupnya dengan tangan dan di letakkan ditengah-tengah alat putar yang beralaskan tatakan kayu (talenan) yang berbentuk bulat. Bahan tanah liat yang sudah siap pakai diuleni terlebih dahulu agar tidak terdapat udara yang masuk. Si perajin membasahi kedua tangan dan tanah liat dengan air secukupnya secara perlahan agar tanah liat tersebut menjadi lembut dan mudah untuk dibentuk. Kemudian, tanah liat tersebut dibentuk sambil memutar alat putar dengan menggunakan tenaga gerak kaki. Perajin menempatkan tangan kanan pada bagian atas tanah liatnya dan tangan kiri sedikit dibawah, lalu menekan kearah tengah hingga tanah liat memusat dengan tepat. Salah satu ibu jari dimasukkan tepat di tengah untuk mulai membuka tanah liat. Untuk membuat dindingnya kedua ibu jari ikut dimasukkan. Untuk mengontrol bentuk dinding gerabah dengan cara menjepit dinding gerabah menggunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk memperoleh bentuk dinding yang sempurna. Setelah mendapat bentuk yang diinginkan, perajin memotong atau melepaskan dasar gerabah tadi yang menempel pada tatakan alat putar menggunakan benang.
III.     Proses Pengeringan



Proses pengeringan atau penjemuran ini dapat dilakukan dengan panas matahari atau tanpa panas matahari. Proses ini berlangsung sekitar 4 jam. Pengeringan gerabah ini dilakukan sehari setelah proses pembuatan selesai. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air yang terdapat di dalamnya. Setelah tahap ini selesai, tahap selanjutnya yaitu proses pembakaran.

IV.          Proses Pembakaran
Proses selanjutnya adalah pembakaran pada gerabah yang dilakukan dengan tungku bak pembakaran. Pembakaran gerabah proses terakhir pembuatan gerabah adalah pembakaran
Pelaksanaan pembakaran memanfaatkan bahan bakar berupa sekam maupun serabut kelapa. Tahapan dalam pembakaran adalah (1) gerabah disusun dengan rapi saling tumpang memenuhi lubang pembakaran. (2) Selanjutnya dimasukkan sekam ke dalam lubang di bagian kiri dan kanan hingga merata. Sekam dimasukkan hingga ke dalam dengan bantuan alat semacam garuk panjang. (3) Lubang bagian kiri dan kanan setelah dianggap cukup maka di beri api dan selanjutnya ditutup dengan penutup seng bekas drum besar yang berdiameter + 60 cm. (4) Untuk memperoleh panas yang baik lubang yang telah ditutup sekelilingnya ditutup kembali dengan sisa sisa sekam yang telah terbakar. (5) Selanjutnya pembakaran ditunggu hingga dianggap gerabah telah terbakar dengan baik. Kegiatan ini memakan waktu hampir setengah hari. Benda-benda yang akan dibakar disusun di atas lantai, ukuran besar diletakkan di bawah dan ukuran kecil disusun pada bagian atas.
Simpulan
Daerah ini sampai sekarang merupakan pusat pembuatan gerabah yang masih aktif dan tergolong besar dalam hal memproduksi gerabah, karena berdasarkan informasi melalui para perajin yang bekerja disana, produk gerabah yang dihasilkan dipasarkan ke seluruh bali seperti buleleng, karangasem dan ada juga yang memesan dari luar bali seperti sulawesi, kalimantan dan lombok untuk memenuhi kebutuhan sarana upacara adat maupun keperluan sehari-hari.Adanya kerajinan gerabah di tempat ini terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat dan pembuatan gerabah ini tidak pernah berhenti hingga sekarang. Selain itu pembuatan gerabah di Banjar Basangtamiang ini lebih didominasi oleh kaum perempuan. Uniknya pembuatan gerabah ini hanya boleh dilakukan di desa Banjar Adat Basangtamiang saja. Pembuatan gerabah tersebut masih menggunakan teknologi yang masih tergolong sangat sederhana (tradisional) tanpa tenaga mesin (listrik).

 
SUMBER
Data penelitian ini diperoleh dari beberapa narasumber pengrajin gerabah yang merupakan masyarakat Banjar Basangtamiang, Kapal yaitu :
1.      Ibu Andika
2.      Bapak Agus Adi Putra

11 komentar:

  1. saya lidia, saya sedikit mau mengomentari tentang proses pembuatan gerabah yang ada di desa banjar basangtamiang yang bertujuan untuk menopang keadaan ekonomi keluarga dan untuk memenuhi kebutuhan upacara adat. yang saya ingin tanyakan kira- kira apa yang menjadi sebagai penopang ekonomi keluarga. mohon penjelasannya. terima kasih

    BalasHapus
  2. haloo.. saya ingin bertanya apa ada alasan tersendiri mengapa pembuatan gerabah ini didominasi oleh perempuan ? terimakasih

    BalasHapus
  3. berkaitan dengan pembuatan gerabah, darimanakan bahan baku(tanah liat) pembuatan gerabah?
    selain itu, mengapa pembuatan gerabah didominasi oleh perempuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas tanggapannyya,,, untuk dj us,,
      untuk bahan baku(tanah liat) pembuatan gerabah itu sendiri didatangkan dari luar desa mereka, tepatnya ada dari kalimantan dan dari desa tabanan juga, karena perempuan lebih banyak berada dirumah jadi lebih beraktivitasnya membuat semacam kerajinan gerabah tersebut, sedangkan yang laki-laki lebih beraktivitas keluar rumah misalnya pergi ke ladang, bertani.

      Hapus
  4. Sangat bermanfaat info nya fan, yang menarik menurut saya bahan untuk pembakaran gerabah di kapal menggunakan bahan sekam atau serabut kelapa, nah hal ini kenapa? Bisa dijelaskan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas tanggapannyya,,, untuk maulani,, Karena menggunakan bahan" tersebut pembakarannya merata dan cukup bertahan lama.kemudian, karena mereka menggunakan itu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang mereka miliki di desa tersebut agar lebih mudah dan prktis, serta alat pembakarannya yang digunakan pun masih sederhana jadi bahan"nya pun yg dgunakan sederhana juga.

      Hapus
  5. terimakasih atas tanggapannyya,,, untuk lidia mungkin maksud dari penopang ekonomi adalah sebagai mata pencaharian suatu keluarga didesa tersebut untuk memenuhi kelangsungan hidupnya dari pembuatan gerabah tersebut. serta juga dapat menambah pendapatan perekonomian suatu kelurga tersebut.

    BalasHapus
  6. terimakasih atas tanggapannyya,,, untuk damia karena perempuan lebih banyak berada dirumah jadi lebih beraktivitasnya membuat semacam kerajinan gerabah tersebut, sedangkan yang laki-laki lebih beraktivitas keluar rumah misalnya pergi ke ladang, bertani.

    BalasHapus
  7. Mohon penjelasan. Ada gerabah yg kedap air ada yg menyerap air. Apakah disebabkan perbedaan bahan baku atau cara pembuatan? Terima kasih

    BalasHapus
  8. Mohon penjelasan. Ada gerabah yg kedap air ada yg menyerap air. Apakah disebabkan perbedaan bahan baku atau cara pembuatan? Terima kasih

    BalasHapus

  9. Britania Bekasi merupakan proyek perumahan yang dikembangkan oleh Mas Group. Britania Bekasi mengusung konsep hunian bergaya Eropa dengan fasilitas yang mewah dikelasnya dan juga kualitas bangunan terbaik.

    Fasilitas :
    - Club House
    - Swimming Pool
    - Jooging Track Area dan 50% ruang terbuka hijau
    - Stasiun Commuter Line Tambun dan Akses Toll Jorr 2
    - 10 menit ke Stasiun Commuter Line Tambun
    - 5 menit ke Exit Toll Jorr 2
    - 30 menit ke Mall Summarecon Bekasi
    - Dekat dengan banyak Fasilitas Rumah Sakit dan Sekolah.


    Britania Bekasi Hunian gaya Eropa harga 200jutaan
    Harga cash keras Rp 298 juta
    bebas banjir
    Rumah full bata merah Double dinding telah sold 800 unit
    Terdapat kolam ,taman dan joging track Free Biaya BPHTB,AJB,IMB.Listrik dan subsidi KPR 12-24,5jta

    Hubungi untuk survey Lokasi
    Ayu 081318601317

    Dp 17 Jutaan
    Cicilan 3juta /bulan
    Dp bisa dicicil selama 6-12 x

    KPR available :
    BRI,BTN,BCA,BSI,BNI

    bekasi rasa eropa rumah 200jutaan paling laris Britania bekasi

    #rumahmewah #britaniabekasi #hargarumahbekasi #rumahmurahdibekasi #propertybekasi #hargapropertybekasi #jualrumahtangerang

    https://bsmpropertytangerang.blogspot.com/
    https://twitter.com/PropertyTng
    https://www.instagram.com/sewapropertymurah/
    https://www.facebook.com/Properti-tangerang-110156497801428
    https://www.youtube.com/watch?v=sr1QbOxkmfE
    https://www.youtube.com/watch?v=P3oG-nomcpc
    https://www.tiktok.com/@getshuashita/video/6929840464002665729?lang=id-ID&is_copy_url=1&is_from_webapp=v1
    https://www.tiktok.com/@getshuashita/video/6930197711958412546?lang=id-ID&is_copy_url=1&is_from_webapp=v1



    BalasHapus