Sabtu, 14 Januari 2017

Jenis dan Fungsi Pembuatan Kain Tenun Rangrang di Desa Seraya Timur

JENIS DAN FUNGSI PEMBUATAN  KAIN
TENUN RANGRANG DI DESA SERAYA TIMUR
Oleh: Intan Ghayyana
Nim : 1401405013

ABSTRAK

Tenun Rang-rang adalah salah satu kain bebali dari Seraya Timur dan Nusa Penida. Jenis tenun  rang-rang berupa bolong-bolong dan motif pada umumnya yaitu geometris ada juga yang bermotif  lain yang di buat berdasarkan ide dari penenun itu sendiri. Jenis tenun rang-rang dihasilkan dari peralatan ataupun teknik yang digunakan dalam menenun yaitu benang lungsi dan benang pakan. Yang unik dari tenun rang-rang di Desa Seraya Timur ini adalah proses pewarnaan dari alam. Fungsi kain Rang-rang secara keseluruhan sama yaitu rang-rang sebagai pelengkap saat upacara keagamaan dan pakaian adat.

PENDAHULUAN

Bali adalah sebuah pulau kecil dengan 8 Kabupaten dan 1 Kota dan mayoritas penduduk beragama Hindu dan adat budaya yang mantra yang memiliki keanekaragaman corak tekstil yang khusus di setiap daerah.

Corak tekstil Bali berkembang dari era Bali Aga, Bali Kuno, era penjajahan, era kemerdekaan serta Bali modern yang menjadi ciri identitas bagi daerah masing-masing. Tekstil sebagai kebutuhan pokok manusia merupakan khas budaya mengalami perkembangan dari masa ke masa, dan bentuk sederhana berupa serat kemudian berkembang menjadi benang dan kain. Di samping itu peralatan yang digunakan juga semakin berkembang, sesuai dengan teknologi dan tuntutan pada masanya. Dalam kebudayaan Bali. tekstil tidak hanya digunakan sebagai sandang penutup tubuh manusia, namun juga memiliki nilai-nilai sakral yang digunakan pada upacara keagamaan. Selain itu tekstil Bali juga digunakan untuk menghiasi bangunan suci seperti Pura, sekaligus sebagai wastra dan patung-patung didalamnya. Penggunaan motif dan tekstil yang ada lebih yang dipengaruhi oleh ketentuan-ketentuan dalam unsur agama di Bali. Tri HitaKarana sebagai pedoman tata kehidupan di Bali memberikan satu klasifikasi bagi penggunaaan tekstil itu sendiri. 

Karangasem adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Bali. Ibukotanya berada di Amlapura. Di kabupaten ini terdapat pura terbesar di Bali, yaitu Pura Besakih. Seperti yang telah diketahui, bahwa Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang dianugrahi kekayaan wisata yang populer, hal ini tentu membuat semua wilayah di Bali memiliki rating wisata yang tinggi, tidak terkecuali wilayah Karangasem. Di Karangasem sendiri terdiri banyak objek wisata yang cukup populer dan dikunjungi banyak wisatawa, baik lokal maupun internasional. Diantaranya yaitu Pura Besakih, Taman Ujung, Candi Desa, Tirta Gangga, Tenganan, Bukit Asah dan masih banyak lagi.

Di karangasem terdapat banyak macam kain bebali yang di produksi oleh masyarakat Karangasem sendiri. Di antaranya kain tenun gringsing di desa Tenganan, kain endek dan songket di Sidemen, kain tenun rang-rang di desa Seraya Timur dan masih banyak lagi di tempat lainnya.

Tenun Rangrang merupakan hasil kebudayaan Seraya Timur, Bali. Karakter utama berupa bolong-bolong yang terbentuk dari benang pakan yang tidak terikat dengan benang lungsi, motif geometris dan zigzag yang tercipta dari permainan struktur serta proses pewarnaan dengan pewarna alam memberikan keunikan tersendiri pada tenun rangrang dan memiliki kombinasi warna cerah sehingga yang tampak modern dan terkesan elegan.

PEMBAHASAN

Judul yang di ambil dalam artikel ini adalah Jenis dan Fungsi dari Kain rang-rang itu sendiri. Kain rang-rang yang di usung adalah kain rang-rang yang berasal dari desa Seraya Timur yang terletak di daerah pegunungan dan perbukitan. Di desa ini terbilang sangat produktif menghasilkan tenun rang-rang setiap harinya. Kelompok produksi kain rang-rang ini di bentuk mulai tahun 2003 oleh bapak Wayan Karya.

Awal mula pembangunan kelompok penenun ini karena keaktifan pemilik dalam mengikuti seminar-seminar tentang kain di dalam maupun luar Negeri. Berawal dari mengikuti kepanitiaan pameran di Jakarta hingga Seminar ke Jepang. Nama kelompok tempat produksi kain tenun rang-rang di desa Seraya Timur ini yaitu “ Karya Sari Warna Alam” yang berfungsi untuk mempertahankan tradisi kain leluhur. Dari nama tersebut dapat di simpulkan bahwa berkarya dengan warna kain dari alam. Dari benang sendiri terbuat dari tanaman kapas sutra dan untuk pewarnaannya sendiri terdapat dari alam pula yang di tanam sendiri di halaman belakang tempat produksi. Pemilihan benang sutra karena teksturnya yang lembut, halus dan kuat.

Ragam hias pada kain tenun rang-rang di desa ini yaitu kotak-kotak, belah ketupat, trapesium, zig-zag dan lain sebagainya tergantung dari ide penenun itu sendiri. Pewarnaan alam nya terdapat banyak warna dan melalui proses terlebih dahulu agar warna menjadi awet dan bagus, macam-macam warnanya di antaranya yaitu kalau warna merah dari akar mengkudu, yang biru dari indigo, yang coklat dari bunga sidawayah, yang kuning dari kulit buah delima, yang orange dari buah pinang,yang merah muda dari cicang, yang hitam dari perpaduan warna dari biru ke coklat dan masih banyak lagi warna lainnya.

Jenis-jenis kain tenun yang berada di desa Seraya ini sangatlah berbeda-beda, di lihat dari teknik yang digunakan dalam menenun benang lungsi, benang lungsi adalah benang yang terletak memanjang (vertikal) pada alat tenun rangrang. Di lihat juga dari bentuk ukurannya yang berbeda-beda, jenis benang yang berbeda-beda dan corak yang berbeda-beda pula. Hal ini di sebabkan harga kain tenun juga berbeda-beda. Kain dengan corak khas Nusa Penida berupa pepatran (bentuk) yang rumit merupakan jenis kain yang dihargai paling mahal. Namun Di gallery kain tenun Seraya Timur sendiri berbentuk wording dengan cara pemasarannya hanya di tempat produksi yang menarik tarif mulai dari Rp.300.000 – Rp.5.000.000.

Fungsi kain pada umumnya kain bebali termasuk kain rang-rang yaitu yang berfungsi sebagai sebagai pelengkap saat upacara keagamaan dan pakaian adat. Biasanya kain ini di pakai pada saat upacara potong gigi yang di kenakan penutup oleh para wanita dari bagian dada hingga perut. Namun, mengingat banyaknya permintaan oleh masyarakat dalam membeli kain ini, hingga saat ini di jual kepada siapa saja dan oleh kalangan mana saja karena produk ini sangat menarik untuk di jadikan model fashion masa kini atau di sebut dengan moodboard dan ada juga kain akhir tenun modifikasi. Hal tersebut di lakukan para pengrajin agar generasi muda tetap memakai produk lokal dengan tetap mempertahankan warisan budaya.

PENUTUP

Kain tenun rangrang merupakan salah satu kain bebali yang terdapat di Bali. Kain tenun rangrang di desa Seraya Timur, Karangasem ini memiliki keunikan tersendiri di lihat dari teknik pewarnaan yang berasal dari alam dengan warna yang di dapatkan bermacam-macam pula ada yang berasal dari akar mengkudu, bunga sidawayah, kulit buah delima, kecicang, buah pinang dan lain-lain juga dengan menggunakan bahan serat sutera yang memiliki karakteristik mudah menyerap warna.

Selain proses pewarnaan yang unik, kain tenun rangrang ini juga mempunyai jenis-jenis yang beragam yang bisa di lihat dari berbagai ukuran, corak kain dan lain sebagainya dengan fungsi yang hampir sama dengan kain bebali pada umumnya yaitu sebagai pakaian pada saat upacara keagamaan yaitu upacara potong gigi.


Dengan makin populernya kain tenun rangrang di dunia fashion, bisa di katakana bahwa produk ini sangatlah menggoda untuk di koleksi dan di kembangkan model pembuatannya, agar generasi bangsa dapat berkreasi tanpa batas dengan tentunya dengan menghargai warisan budaya ini agar tetap terjaga. Karena bagaimana pun juga generasi muda saat ini jangan sampai baru menyadari pentingnya menjaga kekayaan khasana budaya setelah hampir kehilangan budaya itu sendiri.

Sumber:

Pemilik rumah produksi kain tenung rangrang “Karya Sari Warna Alam” Seraya Timur, Karangasem.
jurnal-s1.fsrd.itb.ac.id/index.php/craft/article/download/208/185


 
Wayan Karya, pemilik rumah produksi"Karya Sari Warna Alam"

Penenun dengan tenunan motif trapesium

Gallery hasil akhir kain tenun rangrang

8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Apakah kain rangrang di Desa Seraya Timur memiliki fungsi sebagai sarana upacara keagamaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo mbak ayu eka, terimakasih sudah mampir di tulisan yang sederhana ini. Untuk fungsi kain rangrang ini sendiri mempunyai fungsi sebagai pakaian yang di gunakan para wanita pada saat upacara pemotongan gigi (metatah) yang di pakai seperti angkin yang menutupi bagian dada hingga perut.

      Hapus
  4. Untuk penulis kalo bisa tulisanya tambahkan lagi iya tentang fungsi pembuatan, kain rangrang di desa seraya timur.
    Terimah kasih penulis.
    Semoga tulisanya bisa bermenfaat untuk pembaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke mas Ri Eftritianto. terimakasih banyak atas sarannya.

      Hapus
  5. terima kasih atas informasinya. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi;)

    BalasHapus