Sabtu, 14 Januari 2017

Peran Uang Kepeng Dalam Upacara Adat Bali Aga di Desa Tenganan

PERAN UANG KEPENG DALAM UPACARA ADAT BALI AGA DI DESA TENGANAN
NALURITA SETIA PRATIWI
1401405005


Tenganan adalah sebuah desa tradisional di pulau Bali. Desa ini terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem di sebelah timur pulau Bali. Tenganan bisa dicapai dari tempat pariwisata Candi Dasa dan letak kira-kira 10 kilometer dari sana. Desa Tenganan merupakan salah satu desa dari tiga desa Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Yang dimaksud dengan Bali Aga adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Bentuk dan besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat dengan mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun dipertahankan. Keseharian kehidupan di desa ini masih diatur oleh hukum adat yang disebut awig-awig. Hukum tersebut ditulis pada abad ke-11 dan diperbaharui pada tahun 1842.
Begitupun uang kepeng yang ada di desa adat tenganan pegringsingan memiliki peran dalam upacara adat Bali Aga. Secara umum Pis Jaring / Uang kepeng Kuno bali ini mempunyai gambar garis lengkung yang saling menyilang yang biasanya di sebut Pis Jaring oleh orang orang Bali. Setahu saya Pis jaring ini biasanya di gunakan oleh seorang nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Tapi kebanyakan Orang menurut kepercayaan Suku Bali juga  jika memiliki Pis jaring atau Uang Kepeng Kuno ini  bisa mendatangkan dan menangkap Rejeki dgn cepat. Selain itupis Jaring ini juga cocok untuk di bawa atau di milki oleh pedagang yang sedang berjualan , terutama yang berjualan jauh dari tempat tinggal sang pedagang. Dengan memilki Uang kepeng Kuno Bali / Pis Jaring ini para pedagang akan memeproleh kekuatan magis yang dapat menambah untuk menjaring pembeli sebanyak banyaknya, sehingga dapat di raih untung yang banyak pula.
Menurut ibu Sudiastika jumlah uang kepeng yang digunakan dalam upacara bermacam-macam jumlahnya. Mulai dari 2 biji hingga 1724 biji uang kepeng yang digunakan. Lalu menurut ibu Sudiastika juga ada penggunaan paling banyak uang kepeng yang berjumlah 10000 biji (Laksa). Uang kepeng yang berjumlah 10000 tersebut digunakan untuk upacara persembahan leluhur. Untuk penggunaan uang kepeng 2 biji atau 3 biji tersebut digunakan pada upacara sampiyan (di banten), Sesayut Nagasari dilengkapi dengan nasi dan sesajen lainnya. Lalu ada juga 11 biji untuk upacara tipat kelan dilengkapi dengan 2 biji uang kepeng diatasnya dilengkapi dengan telur untuk sesajennya. Ada juga banten yang dilengkapi guli bebek atau babi dan uang kepengnya berjumlah 500 biji, lalu banten sagi-sagi yang menggunakan uang kepeng berjumlah 1724.

Uang Kepeng Bali Kuno



Narasumber     : Ibu Sudiastika (penduduk desa adat Tenganan Pegringsingan) 

4 komentar:

  1. mengapa dalam pelaksanaan upacara untuk leluhur uang kepeng yang digunakan berjumlah 10000 biji? apa ada alasan tertentu dari penggunaan jumlah tersebut?

    BalasHapus
  2. Bagaimana dasar pemikiran masyarakat tenganan khususnya, tentang kepercayaan terhadap uang kepeng yang bersifat magis tersebut?

    BalasHapus
  3. Terimakasih mbak Chandri atas pertanyaannya :) menurut narasumber kemarin mengapa dalam upacara persembahan leluhur memakai 10000 uang kepeng karena upacara tersebut dianggap paling utama/penting dan sakral maka dari itu jumlah uang kepeng yg digunakan lebih banyak :)

    BalasHapus
  4. selamat sore saudari nalurita. saya ingin bertanya. apa fungsi asli uang kepeng menurut masyarakat tenganan? apakah ada perubahan makna dari fungsi asli tersebut sehingga sekarang dijadikan sarana upacara?

    BalasHapus