Minggu, 08 Januari 2017

Makna dan Fungsi Layang-Layang Bagi Masyarakat Sanur

MAKNA DAN FUNGSI LAYANG-LAYANG BAGI MASYARAKAT SANUR

Tiara Purwaningsih
1401405018
A.    Pengantar
Layang-layang adalah salah satu permainan tradisional yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh pelaku kebudayaan, Di Bali layang-layang berkaitan erat dengan cerita Rare Angon yang dipercayai sebagai manifestasi Dewa Siwa, Rare Angon dipercaya sebagai dewa layang-layang dimana setiap musim panen para petani, terutama anak gembala memiliki waktu senggang  yang mereka gunakan untuk bersenang-senang sambil menjaga hewan ternaknya sambil memainkan layang-layang. Bagi masyarakat Bali permainan layang-layang disebut dengan melayangan dipercayai bahwa ketika musim layangan tiba Rare Angon turun ke bumi diiringi dengan tiupan seruling  yang bertanda untuk memanggil angin.
Layang-layang bagi masayarakat Bali pada khususnya dan masyarakat sanur pada umumnya memiliki arti lebih dari sekedar layang-layang bagi mereka layang-layang memiliki badan, tulang, dan roh. Bali adalah salah satu daerah yang smasih melestarikan kebudayaan turun temurun dari nenek moyang. Salah satu bukti pelestarian kebudayaan adalah setiap tahunnya diadakan festifal layang-layang di Bali. festifal ini akan diikuti oleh masyarakat lokal dan masayarakat luar Bali, menurut hasil wawancara yang penulis lakukan bentuk dari layang-layang sendiri memiliki berbagai macam variasi baik yang berbentuk tradisional maupun yang telah termodifikasi.
B.     Jenis Layang-Layang
1.      Layangan bebean
Layang bebean memiliki artina nama Be artinya ikan, jika dilihat dari bentuk layangan ini maka tidak heran jika dinamai sebagai layangan bebean dikarenakan bentuknya yang seperti ikan yang memiliki ekor dan memiliki sirip

gambar layangan bebean

2.      Layangan janggan
Layangan ini memiliki kepala, badan dan ekor jika dilihat sekilas, maka layangan ini memiliki bentuk seperti wanita yang mengenakan kebaya yaitu paikaian adat Bali namun sebenernya layangan ini adalah berbentuk naga. Layangan janggan ini memiliki kepala berbentuk naga, badannya layaknya badan manusia dan memiliki ekor yang sangat panjang maka dari itu layangan janggan ini sering disebut sebagai layangan naga. Biasanya pada bagian badan memili warna putih dan bagian ekor garis perpaduan warna merah, hitam, dan putih
3.      Layangan pecukan
Layang-layang Pecukan, nama Pecukan diambil karena layang-layang ini mempunyai 4 sudut dan bentuknya menekuk yang dalam bahasa Bali adalah Pecuk.
4.      Layangan kreasi
Layanagn kreasi adalah layangan yang dibuat sesuai dengan kreatifitas pengrajin masing-masing, baik bentuk maupun warna bebas dalam pembuatannya
Dari beberapa jenis layangan yang telah disebutkan di atas layangan janggan adalah layangan yang dianggap paing sakral baik dalam pembuatan, penerbangan, maupun penurunan layangan. Pada saat pembuatan layangan janggan sebelumnya harus melakukan upacara pensucian, sebeum menerbangkan juga harus melakukan pensucian hal ini dilakuakn karena masyarakat percaya bahwa laynagan janggan adalah cerminan dari naga besuki yang bertugas untuk menopang dunia ini maka sebelum menerbangkan harus melakukan upacara pensucian. Layangan janggan memiliki ukuran yang besar dan memiliki ekor yang sangat panjang, dalam penerbangan layagan ini dibutuhkan setidaknya delapan orang untuk menerbangkannya.
  1. Makna Layang-Layang
Ø  Makna filosofis
Di Bali bermain layang-layang disebut melayangan, jika di daerah lain melayangan dainggap hanya sebatas bermain layang-layang maka berbeda dengan di Bali. Di Bali bermain layang-layang adah cerminan dari Rare Angon yang sebagai Dewa Siwa dalam manifestasinya.

Ø  Makna religious
Makna religious yang didapat dari kegiatan melayangan ini adalah adanya kepercayaan jiwa Rare Angon pada layang-layang sehingga sebelum melakukan melayangan diadakan upacara terlebih dahulu. Kepercayaan bahwa Rare Angon akan dating besamaan dengan datangnya angin maka darisanalah tercermi bahwa melayangan terdapat unsur religius didalamya.
  1. Fungsi Layang-Layang
Ø  Fungsi sebagai hobi
            Hobi merupakan sesuatu hal sering dilakukan dikeranekan menyukainya, melayangan sering kali dijadikan sebagai ajang untuk menyalurkan hobi dikarenakan merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Biasanya bermain melayangan sering dilakukan untuk mengisi waktu luang dan sering dilakukan di tempat yang lapang seperti di pantai
Ø  Sebagai lapangan pekerjaan
Layang-layang bukan hanya dijadikan sebagai hoby semata namun telah dijadikan sebagai salah satu lapangan pekerjaan, pengrajin layang-layang banyak ditemui di Bali baik pengrajin yang menjual layanagannya secara bebas maupu hanya kepada orang-orang tertentu. Layang-layang dapat menghasilkan omset yang lumayan besar tergantung bentuk dan ukurannya, layangan yang ukurannya kecil harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk layang-layang yang berukuran 5,5mx3,5m harganya mencapai Rp1.000.000 sebab itulah layang-layang berpotensi dijadikan sebagai lapangan pekerjaan.
Ø  Sebagai mempererat hubungan dengan seesama
Bermain layang-layang dapat dilakukan sendiri maupun secara berkelompok, bermain layang-layang secara individu biasanya dilakukan dengan layangan yang berukuran kecil, namun beda halnya dengan layang-layang yang ada di Bali mayoritas berukuran besar, balam menaikan layang-layang hingga terbang biasanya membutuhkan kerjasama tim minimal lima orang, selain itu setiap tahunnya diadakan festifal layang-layang di Bali biasanya setiap banjar akan mendaftarkan sebagai satu tim namun ada juga yang mendaftar atas nama indifidu. Layangan yang didaftarkan dari banjar biasanya akan dibuat sacara bergotong-royong dengan anggota banjar lain mka dari itulah melayangan memiliki fungsi empererat hubungan dengan sesama.
Kesimpulan

Layang-layang memiliki arti dan fungsi khusus bagi masyarakat bali, tedapat makna filososfis serta makna religious yang terkandung pada layang-layang itu sendiri. Layang-layang dipercaya adalah bagian dari Rare Angon yang merupakan manifestasi dari Dewa Siwa, namun meski begitu layang-layang adalah permainan yang merakyat dan dapat dimainkan siapa saja menurut hasil waancara beberapa fungsi layangan adalah sebagai hobi, sebagai sebuah pembuka lapangan pekerjaan, dan sebagai sarana mempererat hubungan antar sesama.

10 komentar:

  1. wow terimakasih tiara sangat menarik informasinya :D, tapi ada yang ingin saya tanyakan yaitu Apakah ada hari khusus untuk menerbangkan layang-layang? khususnya layangan jangan yang dianggap paling sakral. Dan apakah ada ketentuan khusus bagi warna layangan janggan?

    BalasHapus
  2. Hallo tiara ~
    Tulisannya masih banyak yg typo ya hehe tapi ngga apa-apa masih bisa kebaca kok. Ada yg mau tak tanyain nih, yg sakral apa cuma layangan janggan aja ? Atau layangan lain juga? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Thanks kin buat kritiknya,, maaf banyak typo yaa
      Untuk layangan yang sakral memang hanya layangan janggan, khususnya di bagian kepalanya,, bagian kepala layangan lah yg membuatnya menjadi sakral

      Hapus
  3. Terimakasih atas pertanyaannya wira.. Hari khusus untuk menerbangkan layangan tidak ada, namun biasanya layangan diterbangkan pada bulan juni dan juli karena cuaca dan angin mendukung untuk menerbangkan layangan..
    Untuk warna layanggan jangan ada ketentuan khusus yaitu terdiri dari 3 warna utama,warna merah, warna putih, dan warna hitam.

    BalasHapus
  4. halo tiara.. tulisannya sudah bagus.. saya ingin tanya apakah memang hanya ada lima jenis layangan saja ataukah kira kira masih ada jenis layangan yang lainnya? hehe terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah bertanya normet.. Dari hasil wawancara yg telah saya lakukan Untuk jenis layang" yg ada di bali ada 4, yaitu layangan bebean, layangan janggan, layangan pecuk, dan layangan variasi nah untuk layangan variasi ini banyak jenisnya tergantung orang yang membuat nya, layangan variasi ini dibuat tergantung dengan krestifitas pengrajinnya bisa berbentuk mobil, ikan, ataupun tokoh" kartun..

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. halo tiara, postingannya keren. saya mau bertanya, ada arti tersendiri nggak dari bentuk2 layang-layang sanur di atas?
    thx

    BalasHapus
  7. Menarik sekali tulisannya mebahas tentang layang-layang. Tetapi ada yang ingin saya tanyakan Mbak Tiara, mengapa layang-layang jenis layangan janggan merupakan jenis yang paling sakral? Aspek utama apa yang membuat demikian? Terima kasih.

    BalasHapus